Sekarang dari manakah umat kristen mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu?
Di antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut “Mistletoe” yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian “Matahari Tua” dan kelahiran “Matahari Baru” di musim panas.
Rangkaian bunga suci yang disebut “Holly Berries” juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upacara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.
Di kutip dari encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:
“The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian times.”
Artinya “Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule…yang dipakai sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen.”
Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins menyebutkan bahwa:“The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same time as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era.”
ARTINYA;“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang.
Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen.
”Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan ajaran Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi.
Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas,
Yang berbunyi sebagai berikut:
“St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6thof December… A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on the three daughters of an improverrished citizen… is said to have originated the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmaswith Santa Claus…”
ARTINYA:“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…”
Tidakkah kamu menyadari bahwa islam menganjurkan untuk berbuat baik setiap hari setiap saat setiap waktu tanpa memendang peranan di bumi ini
St-NicholasSungguh merupakan kejanggalan! Orang tua menghukum anaknya yang berkata bohong. Tetapi di saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak dengan cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di saat mereka tidur. Bukankah ini suatu keanehan, ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal kebenaran, pasti akan beranggapan bahwa Tuhan hanyalah mitos atau dongeng belaka?
Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa tertipu, dan mereka pun mengatakan:“Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus Kristus!”Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan kebohongan kepada anak-anak?
Padahal Tuhan sudah mengatakan:“Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang menurut manusia betul, tetapi sebenarnya itu adalah ke jalan kematian dan kesesatan.”Oleh karena itu, upacara “Si Santa Tua” itu juga merupakan Setan.
Di dalam kitab suci telah dijelaskan sebagai berikut:“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” (II Korintus 11:14)
Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi dapatlah diambil kesimpulan,bahwa perayaan Natal atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen yang sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah berhala (Paganis). Ia warisan dari kepercayaan kuno Babilonia ribuan tahun yang lampau.
Tak ada satupun yang tahu hari kelahiran yesus yang di anggap anak tuhan atau tuhan yang turun ke muka bumi
KATA BIBEL TENTANG POHON NATAL
Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri.
Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:“Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan.”
“Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.”
Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal.
Kita dilarang mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:“Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia tidak bisa berjalan sendiri.”“Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak dapat berbuat baik.”Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak pernah membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada larangan untuk membuat pohon Natal. Tetapi jika telah membacanya, apa yang harus dikatakan?
Allohuakbar
بسم الله الر حمن الر حيممَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ*
*.Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling. (QS. 5:75)
Perhatikanlah penjelasan dari sodara Ilham Othmany tentang bukti-bukti dari bible yg menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan
berikut:“Berhubung dengan ketujhanan yesus berikut bukti-bukti dari bible yg menunjukkan yesus bukan Tuhan dan orang-orang kristian selama ini hanya percaya tanpa dalil.
Bagi saya membuat pendalilan dari mana-mana kitab mestilah dengan dalil yg pasti dan mertabat dalil itu tidak lari dari tiga mertabat;
1) Dalil yg pasti lafzi. Iaitu ungkapan terhadap sesuatu oleh sesebuah kitab dengan bahasa yg tidak mengandungi makna ganda dan mengarah hanya kepada satu maksud. Wajib diterima tanpa soal.
2)Dalil pasti maknawi. Iaitu ungkapan sesuatu dari sesebuah kitab dengan perkataan yg mempunyai hanya dua makna. Maka utk menentukan maknanya ygsebenar di antara kedua makna itu perlu dilihat kepada dalil2 yg lain didalam kitab tersebut.Wajib diterima setelah jelas berdasarkan kepada dalil2 yg lain bhawa maksud yg lagi satu itu yg dikehendaki.
3)Dalil samar. Yaitu apabila perkataan yg digunakan mempunyai lebih daripada dua maksud samada tiga atau lebih.
Perlu dilihat kepada dalil2 lain yg berkaitan utk melihat mana yg lebih berat.Tidak ada kewajiban utk menerima satu2 maksud yg tertentu.
Setiap satunya boleh diterima atau ditolak dan memilih hanya satu maksud yg dirasakan sesuai utk diamalkan.
Mungkin anda tidak bersetuju dengan pendapat saya karena anda mempunyai kepentingan anda sendiri tetapi sesiapapun yg mahu membuat pertimbangan yg adil pasti bersetuju dengan sistematika di atas.
Pendalilan atas ketuhanan Yesus jika ditinjau di dalam kitab injil bukan pendalilan mertabat yg pertama karena jelas yesus tidak pernah mengatakan akulah tuhan dan sembahlah aku. Tidak juga pada mertabat yg kedua karena kata-kata yesus atau mukjizat-mukjizat yg dilakukannya yg dianggap oleh kebanyakan orang kristian kononnya sebagai menyatakan ketuhanannya justru dibantah oleh dalil-dalil lain yg lebih kuat yang secara pasti dan lafzi menafikan ketuhanannya.
Adapun mertabat yg ketiga tidak ada kena mengena dengan perbincangan karena perbincangan kita di sini ialah utk menentukan apakah yesus itu Tuhan atau tidak menurut al kitab yang mana tidak lari dari dua.
Tuhan atau tidak. Tidak ada yang ketiga.
Semua nas -nas bible yg anda katakan ‘banyak’ mengungkapkan ketuhanan yesus itu menurut saya adalah nas2 yg tidak berarti sama sekali karena terkeluar dari kontak pendalilan.
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.(Yohanes 14:6)
Sebelum Yesus menyampaikan kata-kata di injil Yohanes 14:6
Dia berkata: “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal, jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu, sebab aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” [Yohanes 14: 2]
Pernyataan yang begitu jelas di ayat tersebut menekankan bahwa Yesus pergi untuk mempersiapkan “sebuah” tempat tinggal, bukan untuk mempersiapkan “semua” tempat tinggal “Di Rumah BapaKu.” Perhatikan perkataan yg digunakan adalah “bagimu” bukan bagi semua manusia.
Terbukti Nabi-Nabi yang datang sebelum Yesus, dan seorang Nabi yang datang sesudahnya, juga mempersiapkan tempat tinggal lain bagi para pengikutnya.
Seorang Rasul/Nabi yang datang sesudah Yesus (Nabi Muhammad SAW ) terbukti telah menunjukkan jalan yang sekarang berlaku bagi tempat tinggal baru dalam Kerajaan Sorga.
Di samping itu; ayat di atas dengan jelas menyatakan; Yesus adalah “JALAN” menuju tempat tinggal.
Perkataan jalan tidak mengindikasikan ketuhanan.
Apa halangannya untuk seorang mengatakan “perbuatan baik adalah jalan ke surga”. Begitu juga “Sedekah adalah jalan ke surga “, “Mengingati Tuhan adalah jalan ke surga” dan seumpamanya. Tentu bisa saja. Padahal perbuatan baik, sedekah dan lain-lain kebajikan bukan Tuhan itu sendiri.
Adalah kebodohan jika ada orang meyakini bahwa Yesus (atau Nabi manapun) sebagai Tuhan hanya karena mereka dinyatakan sebagai jalan menuju Tuhan. Mengapa orang kristian tidak menterjemahkan ‘jalan’ sebagai ‘cara’?
Mengapa mesti dipaksakan jalan itu adalah berarti Tuhan?
Padahal di banyak tempat di dalam bible ada berpuluh bukti bahawa yesus bukan Tuhan dan tidak ada juga bukti Tuhan akan menjadi manusia utk menebus dosa.
Coba semak ayat2 berikut:
Injil -Yohanes 1: 18 : “Tak seorangpun pernah melihat Tuhan.”
Injil – 1 Timotius 6: 16 : “Tuhan tidak pernah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya….”
Injil – Keluaran 33: 20 : “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan me-mandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.
”Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan Tuhan :•
Yohanes, 20:17 à “Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu.”•
Yohanes, 8:54 à “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa/Allah-kulah yang memuliakanku.”•
Matius, 18:19 à “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa/Allah-ku di sorga.”•
Markus, 10:18 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”•
Matius, 7:21à “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! Akan masuk kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa/Allah-ku disorga.”•
Lukas, 18:19 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”•
Matius 19-17 à “Hanya Satu yang baik … turutilah perintah Allah.”• Semua yang tidak mengakui dirinya sebagai Tuhan, ia tidak pantas disebut sebagai Tuhan.• Karena Tuhan pasti menyebut diri-Nya sebagai Tuhan :
Im 19:31 & Yes 43:11.Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu (bukan tiga), yaitu Allah Tuhannya Yesus dan Tuhannya alam semesta :•
Matius, 4:10 à “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”•
Matius, 23:8 à “Hanya satu Rabimu.”• M
Markus, 12:29 à “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”•
Markus, 12:32 à “Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah).” = Laa Ilaaha Illallah•
Lukas, 10:21 à “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.”•
Yohanes, 5:44 à “Allah yang Esa.”•
Yohanes, 17:3 à “Mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.”• Semua yang lebih dari satu, tidak pantas disebut sebagai Tuhan karena Tuhan Maha Satu. Laa Ilaaha illallah (Tiada tuhan selain Allah), senada dengan
:ü Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu :
Ulangan, 4:35ü Allah adalah Tuhan yang Esa/Satu
: Ulangan, 6:4ü Allah adalah nama Tuhan untuk selama-lamanya (bukan Yesus)
: keluaran, 3:15ü Laa Ilaah Illallah (Tiada tuhan selain Allah)
: Yesaya, 46:9.Yesus berkata bahwa Tuhan/Bapa/Allah ada di sorga (bukan Yesus yang ada di bumi)
:• Matius, 23:9 à “Janganlah kamu menyebut siapapun Bapa/Allah di bumi ini, karena hanya satu Bapa/Allah-mu, yaitu Dia yang di sorga.”
• Matius, 6:9 à “Bapa/Allah kami yang di sorga.”
• Matius, 5:48 à “Bapa/Allahmu yang di sorga adalah sempurna.”
• Matius, 10:32 à “Di depan Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
• Matius, 12:50 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
• Matius, 15:13 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
• Matius, 16:17 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
• Yohanes, 6:32-33 à “Bapa/Allah-Ku yang memberikan kamu roti dari sorga.”
• Matius, 18:10 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
• Matius, 18:19 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”
• Matius, 7:21-23 à “Bapa/Allah-ku yang di sorga.”• Semua yang ada di bumi adalah ciptaan Allah dan tidak pantas disebut sebagai Tuhan
:ü Kejadian, 1 & 2 à “Allah menciptakan langit dan bumi.”
ü Lukas, 10:21 à “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.”
• Tuhan memang tidak dapat dilihat di bumi oleh manusia biasa
:ü Yohanes, 1:18 à “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.”
ü 1Timotius, 6:16 à “Dan memang manusia tidak dapat melihat Dia/Allah.”
ü Kel 19:24 à “Rakyat tidak boleh menghadap Tuhan, supaya jangan dilanda-Nya.”
ü Kel 20:19 à “Janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”
ü Kel 33:20-23 à “Tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”Yesus mengatakan bahwa dirinya hanya seorang Rasul/Nabi/utusan Tuhan/pemimpin :
• Yohanes, 12:49 à “Bapa/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Matius, 15:24-26 à “Aku diutus hanya kepada … umat Israel .” = Rasul Allah.
• Yohanes, 17:3 à “Yesus yang telah Engkau (Allah) utus.” = Rasul Allah.
• Matius, 10:40 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Matius, 23:10 à “Hanya satu pemimpinmu yaitu Mesias.” = hanya Pemimpin umat.
• Markus, 6:4-6a à “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
• Lukas, 4:18 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Lukas, 4:24 à “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
• Lukas, 4:43 à “Untuk itulah aku diutus.” = Rasul Allah.• Lukas, 7:16 à “Yesus membenarkan orang yang mengatakan dirinya hanya Nabi.”
• Lukas, 7:39 à “Yesus diam saja, ketika orang menyebut dirinya hanya seorang Nabi.”
• Lukas, 9:48 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Lukas, 10:16 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 4:34 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 4:44 à “Yesus bersaksi bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
• Yohanes, 4:19 à “Yesus membenarkan wanita yang menyebut dirinya hanya Nabi.”
• Yohanes, 6:38 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 6:39 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 6:57 à “Bapa/Allah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 7:16 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 7:33 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 8:29 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 8:18 à “Bapa/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 9:4 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 11:42 à “Engkaulah (Allah) yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Yohanes, 17 :6-9 à “Engkaulah (Allah) yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
• Semua yang diutus Tuhan adalah hamba Tuhan: Mat 12:17 & Kis 4:27.
• Hamba Tuhan tidak pantas disebut sebagai Tuhan: Mat 19:17 & Luk 18:18 & Mark 10:18.
Nah semua dalil yg menunjukkan bahawa Yesus bukan Tuhan,dan Tuhan tidak akan sama dengan manusia bertaraf pasti lafzi. Tidak menerima tafsiran selain daripada perkataan asalnya.
Dalil pasti lafzi-Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?( Yesaya 46:5)
1)Tuhan melarang diriNya disamakan dengan sesuatu
2)Tuhan sendiri tidak akan melakukan perkara yg menyebabkan Dia dapat disamakan dengan sesuatu.
Berdasarkan dalil di atas dapat ditarik kesimpulan Tuhan tidak mungkin menjadi sesuatu yg serupa makhluknya sehingga nanti Dia akan dianggap sama dengan makhluk. Oleh itu Tuhan tidak mungkin akan menjadi serupa manusia.
Contoh lain:“Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.” Markus, 10:18
Ayat diatas secara pasti dan lafzi yesus menolak dirinya sebagai baik dan sekaligus menolak dirinya adalah Allah.Daripada dua contoh diatas al kitab secara pasti dan lafzi menolak bahawa Allah akan menjadi manusia dan menolak bahawa yesus adalah Allah.
Oleh karena ayat diatas adalah pasti dan lafzi maka dalilnya adalah kuat dan sepatutnya dijadikan landasan di dalam mentafsirkan apa saja ayat yg lain di alkitab yg terkait dengan ketuhanan.
Misalnya ayat yg Yohannes:1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yohanes 14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihatkemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Ayat Yohanes 1 dan Yohanes 14 itu yg oleh orang kristian ditafsirkan sebagai menyatakan ketuhanan Yesus kalau dilihat dari segi aturan pendalilan yg benar hendaklah mengambil kira ayat-ayat ( Yesaya 46:5) dan Markus, 10:18
yaitu Allah tidak mungkin menjadi manusia dan Yesus itu bukan Allah sehingga Yohanes 1 dapat diartikan bahawa Allah telah berjanji sejak azali(pada mulanya adalah firman) dan dalam Yohanes 14 menerangkan janji Allah itu digenapi dengan mengutus Yesus sebagai nabi…. dan perkataan anak tunggal tidak bolehdiartikan secara harfiah bahkan maksudnya ialah orang/makhluk yg berpangkat nabi yg dikasihi Allah.
Lihat bagaimana perkataan anak yg digunakan ke atas selain yesus di banyak tempat di dalam Al kitab.
Soal Yesus mengetahui keadaan surga itu dapat dipahami dengan mudah bahawa Yesus telah diberitahu oleh Allah keadaan surga itu.
Kan dia nabi yg mendapat wahyu? Makanya pengetahuannya tentang surga tidak mengindikasikan ketuhanannya karena siapa saja bisa mengetahui keadaan disurga jika diberitahu oleh Allah. Soal yesus melakukan keajaiban juga dapat dipahami dengan mudah yaitu itu adalah mukjizat yg dikurniakan Allah kepada yesus dan berlakunya itu bukan dengan kuasa Yesus tetapi dengan kuasa Allah.
Seperti mukjizat membelah laut berlaku ke atas Musa yg dilakukan oleh Allah tapi hanya lewat Musa.Bukan dengan kuasa Musa.Sama mukjizat yesus bukan dengan kuasa Yesus.Satu lagi kesilapan anda dan lain-lain kristiani ialah tentang memahami sifat dan kalam Allah. Apabila kita mengatakan Allah itu bersifat berkata-kata maka dalam pikiran anda seolah –olah dua perkara iaitu Allah dan berkata-kata. Seolah –olah wujud semacam dualisme antara Allah dan firmanNya padahal tidak.
Seolah-olah bagi anda sifat kalam Allah mempunyai wujud yg asing sendiri lalu bersatu dengan zat Allah seperti bercampurnya gula di dalam air. Padahal hakikatnya kalam Allah itu tidak mempunyai wujud yang asing sendiri sebaliknya ia hanyalah makna bagi zat Allah yg berkata-kata. Sifat2 Allah hanyalah makna kepada zat Allah termasuklah sifat kalam dan firman itu. Anda tahukan apa yg dikatakan ‘makna’?
Seperti pokok di dalam bahasa Indonesia bila hendak dimaknakan kita akan menyebut semua sifat-sifatnya seperti kita kata tumbuhan yg berakar, berbatang , berdahan beranting dan berdaun.
Di dalam hal ini adanya batang, akar, dahan, ranting dan daun adalah diri pokok itu sendiri yaitu merujuk zat yg sama. Tidak ada dualisme antara pokok dan batangnya seperti tidak ada dualisme antara Allah dan firmannya.
Jadi adalah mustahil firman Allah akan menjadi suatu yg lain karena ini samalah seperti kita katakan Allah sendiri menjadi yg lain. Perkara ini adalah mustahil. Bahkan nas al kitab terang-terangan menolak perkara ini. Ingat lagi
Yesaya 46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?
Jadi firman Allah yg menjadikan manusia itu hakikatnya tidak menjadi manusia tetapi manusia itu dijadikan Allah dengan Allah itu berfirman kun yaitu jadilah maka jadilah manusia itu.
Tetapi sayang, orang kristian memahamkan firman itu ‘bertukar’ menjadi jasad manusia. Inilah kesilapan yg dilakukan oleh orang kristian.
Kita hanya punya dua pilihan.
Samada Yuhana fasal 1 ditafsirkan dengan tafsiran yg tidak membawa kepada ketuhanan yesus atau injil mempunyai pertentangan dengan PL (Yesaya 46:5) atau dengan Markus 10:18 sebagai pertentangan yg tidak bisa diharmonikan.
Jika memilih yg pertama berarti Yesus bukan Tuhan dan isu penebusan dosa adalah rekayasa.
Jika memilih yg kedua berarti injil mengandungi kesalahan.
Dan kitab yg mengandungi kesalahan bukanlah sebuah kitab yg datang dari Tuhan-
Ok Case closed! Wahai orang-orang kafir Tuhan tidak mungkin menurunkan satu agama yg isi kitabnya bertentangan antara satu sama lain. Kitab yg mempunyai pertentangan ayat-ayatnya adalah kitab rekayasa dan bukan kitab Tuhan.
Bertobatlah kalian selagi nyawa dikandung badan.
Tuntutlah kebenaran Islam sebelum jasad dikandung tanah.
Dunia ini jauh karena kita akan meninggalkannya, akherat itu sangat hampir kerana kita akan menuju ke situ.
Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian selamat.”
Demikianlah. Jika Yesus adalah Allah, bagaimana mungkin tuhan mereka makan padahal Allah memberi makan dan tidak diberi makan.
Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.